Dia Pergi Meninggalkan Cinta Untukku




Vemale.com - Semoga peristiwa di bawah ini membuat Anda belajar lebih bersyukur untuk apa yang Anda miliki. Cinta sejati adalah dambaan siapa saja yang hidup di dunia ini.
Aku membencinya. Kata itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir di sepanjang kebersamaan kami. Meskipun aku telah menikahinya, aku tidak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua membuatku membenci suamiku sendiri. Walaupun menikah dengan rasa terpaksa, aku tidak pernah menunjukkan sikap benciku kepada suamiku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tidak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan untuk meninggalkannya tapi aku tidak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orang tuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri semata wayang mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang sangat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang dia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga aku merasa dia sudah berkewajiban membuatku bahagia dan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, akulah ratunya. Tidak ada seorang pun yang berani melawan keinginanku. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tidak suka handuknya yang basah diletakkan di tempat tidur. Aku sebal melihatnya meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket. Aku benci ketika dia memakai komputerku untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dan aku juga marah kalau dia menghubungiku berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, aku tidak mau mengurus anak. Awalnya, dia mendukung keputusanku untuk minum pil KB. Rupanya dia menyembunyikan keinginan begitu dalam untuk memiliki anak. Hingga suatu hari aku lupa minum pil KB. Dia tahu namun membiarkannya. Singkat cerita, aku hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan. Itulah kemarahan terbesarku padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh dia melakukan semua keinginanku.
Waktu berlalu hingga anak-anak tidak terasa berulang tahun yang ke-8. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, dia mengingatkan aku kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya. Aku memilih pergi ke mall dan tidak hadir di acara ibu.
Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, dia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Dia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi. Ketika mereka pergi, aku memutuskan untuk pergi ke salon. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, aku terkejut ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam, aku tidak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tidak bisa kutemukan aku menelepon suamiku.
“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tidak punya uang kecil. Maka kuambil uang dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu dan kalau tidak salah aku meletakkannya di atas meja kerjaku.” katanya sambil menjelaskan dengan lembut.
Aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. tidak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi. Meski masih kesal, aku mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada di mana?” tanya suamiku cepat, khawatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon.
Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. tidak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering, suamiku sudah mengangkat teleponku. Aku mulai merasa marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, Ibu. Apakah ibu istri dari Bapak Arman?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi yang memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini dia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian.
Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.
Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tidak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib, terdengar seorang dokter keluar menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Dia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri. Serangan stroke lah yang menyebabkan kematiannya. Sama sekali tidak ada airmata keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah, ibu dan mertuaku. Anak-anak memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tidak mampu membuatku menangis.
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak di mataku dan mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tidak menghalangi tatapan terakhirku padanya. Aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tidak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku.
Aku ingat betapa aku tidak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tidak pernah mengatur pola makannya. Dia selalu mengatur apa yang kumakan, memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan, dan dia pula yang tidak pernah absen mengingatkanku makan teratur. Bahkan terkadang dia menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tidak pernah tahu apa yang dia makan karena aku tidak pernah bertanya. Aku tidak tahu apa yang dia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu dia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tidak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tidak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Dia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa.
Saat pemakaman, aku tidak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun jasadnya. Aku tidak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tidak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.
Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan. Aku terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku yang membujukku makan kalau aku sedang malas makan. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa. Ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap dia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.
Aku marah pada diriku sendiri. Aku marah karena semua terlihat normal meskipun dia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana dan meninggalkan wangi yang membuatku rindu. Aku marah karena tidak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tidak ada lagi yang membujukku agar tenang dan tidak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahkan padaku dan meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna.
Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tidak pernah bekerja. Yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang dia transfer ke rekeningku untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tidak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tidak menyangka bahwa ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Aku tidak pernah sedikitpun menggunakan gaji itu untuk keperluan rumah tangga. Yang aku tahu sekarang, aku harus bekerja atau anak-anakku tidak akan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga.
Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Dia membawa banyak sekali dokumen. Notaris itu memberikan surat pernyataan bahwa suamiku mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak. Yang membuatku tidak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.
Istriku tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. Maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab dan mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tidak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Tuhan memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu. Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingimu selamanya.
Tetapi aku tidak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tidak ingin kalian susah setelah aku pergi. Tidak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap kamu bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tidak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau dia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya, dia tetap membanjiri kami dengan cinta.
Aku tidak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tidak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tidak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

sumber www.kapanlagi.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


Kisah Cinta Dalam Secangkir Kopi Asin



Vemale.com -
Ini adalah kisah cinta antara kakek Arun dan nenek Gemma. Mendengar kisah cinta mereka, aku menyadari bahwa ternyata cinta sejati itu memang ada. Dan ingin segera kulupakan sakit hatiku karena kisah cintaku sendiri.
Semoga cerita ini juga bisa menyembuhkan kekecewaan akan cintamu saat ini...
Nenekku populer sebagai gadis yang tercantik di kotanya saat itu. Banyak pemuda yang menaruh hati pada nenek dan bersedia memberikan cintanya. Mulai dari yang tampan hingga yang kaya berusaha menarik perhatian nenek, tetapi nenek tak pernah tertarik pada semua pemuda itu.
Hingga suatu saat kakek bertemu nenek di sebuah pesta. Kakekku adalah pemuda yang biasa-biasa saja. Tidak tampan, dan tidak kaya. Hari itu ia mengumpulkan semua keberanian dirinya untuk menyapa nenek. Mengajaknya sekedar menikmati secangkir kopi di sebuah coffee shop di ujung kota. Entah mengapa nenek mengiyakan ajakannya. Berharap segera keluar dari hiruk pikuk pesta.
Di sana mereka duduk berhadapan, dengan wajah cemas kakek berharap bisa berbincang banyak dengan nenek yang saat itu cuek dan tak terlihat tertarik sama sekali. Kata nenek sih, ia menerima ajakan kakek karena telah merasa bosan dengan pesta tersebut. Nenek menggunakan alasan kakek agar ia bisa pergi dan segera pulang. Di tengah perbincangan yang membisu, kakek memanggil pelayan coffee shop tersebut. "Pak, bolehkah aku meminta sedikit garam untuk dimasukkan pada kopi ini?" Semua orang yang ada di sekitar kakek dan nenek keheranan. Untuk apa garam dimasukkan ke dalam secangkir kopi?
Hal tersebut berhasil menarik perhatian nenek. "Untuk apa kau menaruh garam di dalam kopimu?" tanya nenek.
"Oh... ini hanya sebuah kebiasaan lama ayahku. Dulu aku tinggal di sebuah desa dekat pesisir pantai. Di sana kami biasa menambah garam pada kopi agar tetap ingat pada laut, tempat tinggal kami. Dan, hari ini aku rindu kampung halamanku. Aku juga rindu pada orang tuaku yang sudah meninggal. Agar aku tak lupa akan mereka, aku terbiasa menaruh garam di dalam kopiku," tutur kakek.
Nenekpun merasa tersentuh. Tak pernah ditemui pemuda semanis kakek. Sejak saat itu, mereka selalu pergi berkencan dan bercerita panjang lebar. Merekapun akhirnya menikah. Hidup bahagia, hingga punya banyak anak dan cucu.
Suatu kali, di ulang tahun pernikahan ke-50, kakek akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Di sebuah kotak berisi perhiasan kado ulang tahun pernikahan, ditinggalkannya secarik surat untuk nenek. Karena mata nenek sudah kurang awas untuk membaca, maka ia memintaku untuk membacanya. Kira-kira beginilah isi surat itu...
Gemma yang terkasih,
Aku meminta maaf akan sebuah kesalahan yang sangat besar, yang pernah kulakukan sepanjang hidupku. Aku menyimpan sebuah kebohongan besar selama ini. Ingatkah saat aku mengajakmu ke coffee shop hari itu? Saat itu aku sangat gugup sekali. Saking gugupnya aku ingin meminta tambahan gula untuk kopiku. Namun, entah kenapa yang terucap adalah aku meminta garam.
Aku tak ingin terlihat konyol di depanmu. Dan akhirnya aku mengarang cerita itu. Aku tak tahu lagi harus bagaimana. Kau terlihat begitu cantik dan sempurna, hingga aku tak ingin melepaskanmu.
Tetapi, percayalah sayang... bahwa sepanjang hidupku aku sangat mencintaimu. Aku tak ingin kehilangan diriku. Sehingga sekalipun setiap pagi kau buatkan kopi asin itu, semua selalu terasa manis karenamu. Jujur saja, kau mungkin tak akan suka rasanya, karena sebenarnya rasanya sungguh tidak enak.
Gemma, aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu.
Air mata nenekpun turun membasahi pipinya. Ia sadar betapa besarnya cinta kakek padanya. Sejak saat itupun ia selalu menambahkan garam di dalam kopinya. Setiap kali ada orang yang bertanya bagaimanakah rasa kopi bila ditambah garam, ia akan menjawabnya "rasanya manis sekali :)"

sumber www.kapanlagi.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS



Cinta Dalam Hati



Vemale.com -
Sejak awal, keluarga Devi menolak kehadiran Mario. Ia berasal dari keluarga yang biasa saja, tidak populer dan bukan keluarga terpandang. Keluarganya khawatir bahwa Mario tak dapat membahagiakan Devi kelak, sehingga akhirnya cinta mereka berdua harus disembunyikan dari semua orang di sekelilingnya.
Karena tekanan keluarga tersebut Devi menjadi ragu akan cinta Mario. "Sebesar apakah cintamu padaku?" tanyanya suatu hari pada Mario. "Aku tak pandai berkata-kata, tetapi suatu saat nanti kau akan tahu sebesar apa cintaku..." kata Mario. Jawaban itupun membuat Devi jadi semakin bimbang. Ia berpikir, mungkin keluarganya benar. Mungkin ia harus merelakan cintanya dengan Mario dan tidak berusaha mempertahankannya lagi.
Kemarahan Devi terhadap jawaban Mario membuatnya tak ingin bertemu lagi dengannya. Ia mengacuhkan Mario dan membuatnya menderita rasa pedih karena patah hati.
Tak lama kemudian, Mario memutuskan untuk mengejar pendidikan ke luar daerah. Meninggalkan kota asalnya dan berusaha menyembuhkan lukanya.
***
Lima tahun berlalu, sekalipun Devi merasa kecewa terhadap Mario, ia tak bisa melupakannya walau sedetik saja. Di dalam hati, cintanya terhadap Mario masih kokoh tertanam di sana.
Teringat pada sebuah cafe kecil tempat mereka biasa bertemu diam-diam, Devipun tertegun. Tanpa disadari sebuah mobil melaju kencang di depannya. Mobil yang dikendarainyapun tak sanggup menghindar. Ia dilarikan ke rumah sakit dan harus mendapat penanganan serius.
"Ia sudah melewati masa krisisnya, bu. Tetapi ia akan kehilangan suara, selamanya..." jelas dokter menghancurkan hati kedua orang tua Devi. Sejak saat itupun Devi lebih banyak memilih menyendiri. Usulan orang tua untuk pindah ke desapun diterimanya.
***
Hari itu sahabat Devi datang membawa sebuah amplop. Sambil bercerita girang ia tak mempedulikan Devi yang masih terbengong mendengar kata Mario. "Kamu tahu nggak sih ternyata Mario sudah pulang sebulan lalu. Aku juga kaget waktu menerima undangan ini, makanya aku cepat-cepat menyetir mobilku ke sini. Dia ingin aku menyampaikan amplop undangan pernikahannya." kata sahabatnya.
Devi tertegun. Air matanya mengalir deras dan ia kesal karena ia tak dapat berkata apapun. Ia hanya bisa menyimpan semuanya dalam hati. Berlarilah ia ke halaman dan duduklah ia di bawah pohon tempat ia biasa melamun. Dibukanya amplop berwarna biru terang itu perlahan. Ia sudah pasrah dan akan rela menerima kecewa yang pantas diterimanya.
Tak terbayangkan. Saat ia membuka undangan tersebut, namanyalah yang tertera di sana. Dengan undangan tersebut, Mario melamarnya. Memintanya menjadi mempelai baginya minggu depan nanti. Devipun akhirnya tahu bahwa Mario telah mempersiapkan semua tetek bengek pernikahan dalam waktu sebulan ini. Ia juga tahu benar bagaimana kondisinya lewat sahabatnya.
"Dan inilah jawaban pertanyaanmu hari itu. Inilah besarnya cintaku padamu..." suara Mario mengagetkan dari belakang.
Berlarilah Devi dan memeluk Mario erat. Dengan bahasa isyarat yang telah dipelajarinya, ia mengucapkan "Aku mencintaimu, Mario..."

sumber www.kapanlagi.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS



Lepaskan Dia Untuk Bisa Kembali Bersamanya



Vemale.com -

Jatuh cinta adalah sebuah proses terindah dalam diri manusia. Khususnya apabila orang yang Anda cinta juga memiliki perasaan yang sama dengan Anda. Kisah nyata ini terjadi sekitar tahun 2005. Kisah seorang wanita yang dengan rela melepaskan orang yang disayangi untuk bahagia dengan wanita lain.
Wanita ini biasa-biasa saja. Dia tidak terlalu cantik dan tidak terlalu populer di sekolahnya. Dia kemudian didekati oleh seorang laki-laki. Singkat kata, mereka berdua kemudian dekat dan sering berhubungan lewat SMS dan telepon. Namun, setelah kira-kira 2 bulan kedekatan mereka, laki-laki ini mendadak menghilang dan tidak menghubungi wanita ini lagi. Wanita ini tentu bingung dan bertanya-tanya, kesalahan apa yang sudah dia lakukan sehingga laki-laki ini meninggalkannya.
Wanita ini ingin menemui laki-laki tersebut dan bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Namun, dia tidak memiliki keberanian untuk bertanya. Sampai akhirnya mereka berdua secara tidak sengaja bertemu di suatu tempat. Akhirnya wanita ini memberanikan diri untuk menghampiri laki-laki ini dan bertanya. Dengan entengnya laki-laki ini menjawab bahwa dia sudah bosan dan berkata bahwa dia tidak bisa hanya diam dengan satu wanita saja. Sakit hati. Itu satu-satunya hal yang dirasakan oleh wanita ini.
Anehnya, wanita ini tidak bisa membenci laki-laki yang sudah terlanjur disayanginya. Tiba pada hari ulang tahun sang laki-laki, wanita ini, seolah lupa dengan sakit hati yang dirasakan, mengucapkan selamat ulang tahun kepada laki-laki ini dan bahkan memberikan sebuah kado. Laki-laki ini tentu sangat terkejut dan tidak menyangka bahwa wanita yang sudah dia sakiti ternyata sama sekali jauh dari rasa benci. Laki-laki ini terharu dengan perlakuan sang wanita sehingga rasa sayang yang dulu ada bisa kembali hadir dengan sendirinya. Ketulusan wanita ini benar-benar menggugah hatinya.
Ketulusan, kejujuran, dan sikap apa adanya yang dimiliki wanita ini mampu membangkitkan kembali rasa sayang yang sempat hadir sebelumnya. Rasa sayang ini justru menguat dan membuat sang laki-laki kembali mengejar wanita tadi. Begitu berharganya sebuah ketulusan hati dan kejujuran sehingga tanpa perlu Anda bersikeras sekuat tenaga untuk mendapatkan hati seseorang, orang itu akan kembali hadir dalam diri dan hidup Anda dengan sendirinya.
Kini, laki-laki dan wanita yang sudah berhubungan selama hampir 7 tahun ini masih terus merasakan rasa sayang yang begitu kuat. Namun, sang wanita, untuk kedua kalinya, telah melepaskan sang laki-laki untuk berbahagia dengan wanita yang dia suka. Rasa cinta itu memang akan selalu ada, namun mereka berdua tidak berada di jalan yang sama untuk bersama selamanya. Cinta memang harus memiliki cinta yang dipilihnya, namun cinta itu tidak selamanya bisa bersama karena akan selalu ada takdir yang berbicara berbeda.

sumber www.kapanlagi.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Only Hope 
song:Secondhand Serenade




my beating heart is getting tired
tonight it feels like it's on fire
and I'm driving all alone
my hand is on my phone
waiting for you to call me
please pick up the phone and call me
cause I'm lonely and my mind is aching
can't you see I'm for the taking

you are my only hope
but you're so far
and you are my only hope
so come back home
from where you are

I see your face on everyone
like the constant beating of the sun
right on my skin
I'm suffering without you
I'm tired i reach for my stereo
it's starting to sound real close to home
and I cant bear
to sleep here without you

you are my only hope
but you're so far
and you are my only hope
so come back home
from where you are

just come back home
from where you are
just come back home

sometimes I feel like I was mistaken
you must be an angel
sit down and teach me what life was all about
I see myself changing
no longer a stranger
you gave me a reason to never die

you are my only hope
but you're so far
and you are my only hope
so come back home
from where you are

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Vemale.com -

Terkadang masalah di dalam hidup itu membuat seseorang menjadi dewasa dan berkembang, dan bukan menjadi halangan.
Diceritakan hiduplah seorang pria yang sangat penyayang. Ia selalu memperhatikan alam dan kehidupan di sekitarnya. Ia sangat peduli dan tak pernah hanya memikirkan diri sendiri.
Suatu hari ia berjalan-jalan di sekitar kebun rumahnya. Di sebuah pohon, ia melihat sebuah kepompong yang ukurannya cukup besar. Diamatinya kepompong itu. Ternyata ada sebuah lubang kecil di bagian tengahnya.
Keesokan harinya, ia kembali lagi. Mengamati kepompong yang dilihatnya kemarin. Lubang yang hanya berukuran beberapa mili itu tampak lebih lebar sekarang. Mungkin hampir 1 cm besarnya. Puas mengamati, pria itupun kembali ke biliknya.
Iapun tetap kembali keesokan harinya. Mengamati perkembangan si kepompong. Akan tumbuh menjadi apakah dia? Si pria itu kemudian terkejut. Tak ada perubahan yang cukup kelihatan hari ini. Ukuran lubang di kepompong itu masih nyaris sama seperti kemarin. Hanya terlihat sebuah kaki panjang terjuntai keluar.
"Ah, kasihan kupu-kupu ini, mungkin ia terjepit dan tak bisa keluar," gumamnya.
Iapun terdiam beberapa saat. Seperti kebingungan kemudian ia bergegas lari ke dalam biliknya. Dari sana dibawanya sebuah gunting. Tanpa berpikir panjang kemudian ia membuat lubang pada kepompong agar lebih besar. "Jika sudah begini kupu-kupu ini pasti bisa keluar."
Dan memang benar, beberapa detik setelah lubangnya diperlebar, si kupu-kupu itu memang bisa menggeliat keluar. Perlahan ia menggerakkan seluruh tubuhnya dan berjalan perlahan. Namun, alangkah terkejutnya si pria itu. Sayap kupu-kupu itu belum sempurna betul. Ukurannya sangat kecil sehingga kupu-kupu itu tak bisa terbang. Ia hanya mondar mandir ke sana kemari dan tampak bingung.
Ternyata si pria itu salah sangka. Dikiranya kupu-kupu itu tak bisa keluar karena lubangnya terlalu kecil. Padahal lubang itu memang belum terbuka lebar jika pertumbuhan si kupu belum sempurna.
Perlahan si kupupun mati karena tak mampu terbang.
Sahabat,
Sekalipun masalah yang tengah dihadapi saat ini sangat besar, jangan pernah lari darinya. Banyak hal yang bisa dipelajari dan membuatmu tumbuh dan berkembang. Tenang saja, kita tidak akan diberi masalah yang tak bisa dipecahkan oleh-NYA. Justru dengan ini, kita akan menjadi pribadi yang semakin dewasa. (vem/bee)

sumber www.kapanlagi.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


Vemale.com - Di sebuah negara yang jauh dari Indonesia, ada sepasang suami istri yang sama-sama menyukai dunia musik. Sang istri senang menyanyi sebagai hobi, suaranya bagus. Sedangkan suaminya seorang musisi yang sangat mengerti dunia tarik suara dan dunia musik.
Setiap kali sang istri berlatih menyanyi, sang suami selalu memberikan kritik. Tempo terlalu cepat, nada di akhir lagu tidak pas, pengucapan tidak jelas dan lain sebagainya. Awalnya, sang istri menganggap kritik itu sebagai media yang membangun, tetapi lama-lama dia bosan karena hanya mendengar setumpuk kritik setiap kali berlatih. Akhirnya wanita tersebut mulai malas berlatih, karena sekuat apapun dia memberikan yang terbaik hanya mendapat kritik negatif setiap hari.
Beberapa tahun kemudian, sang suami meninggal karena kecelakaan. Lalu sang wanita menikah kembali dengan seorang pria yang bekerja di perusahaan kontraktor. Sang wanita yang sudah lama tak bernyanyi sesekali bernyanyi saat iseng di rumah. Sang suami yang mendengar alunan lagu itu memberikan pujian pada sang istri. "Sayang, suaramu bagus sekali, aku baru tahu kalau suaramu sangat merdu,"
Mendengar pujian itu, sang wanita senang bukan main. Pujian yang terlihat sederhana itu dapat menyegarkan hati dan memacu semangatnya. Sang wanita akhirnya senang bernyanyi saat sedang memasak, saat berada di mobil dan hal itu membuat dirinya senang, tanpa tekanan, tanpa kritikan. Sang suami juga senang melihat sang istri selalu ceria dan bahagia saat menyanyi, dirinya juga senang.
Sang suami memang tidak mengerti dunia musik dan lebih sering mendengar suara-suara berisik dalam proyek membangun. Justru hal itulah yang membuatnya tidak pelit memberi pujian. Sang suami sering memuji istrinya bahkan pada hal-hal kecil yang terlihat remeh. Bukan tanpa alasan, sang suami tahu bahwa pujian akan memberi semangat dan dorongan pada seseorang untuk berusaha lebih baik. Kritik itu penting, tetapi jangan lupakan pujian.
Kritik bisa membangun, tetapi jika selalu memberi kritik setiap saat, itu bukan hal yang bagus. Seorang wanita bisa menerima kritik, tetapi jangan lupa memuji mereka, dari sanalah sang wanita menemukan kekuatan dan kebahagiaan. Sekalipun pujian itu ditujukan untuk hal-hal kecil yang dianggap remeh, sang wanita pasti bahagia. Apalagi.. jika pujian itu dia dapat dari orang yang dia cintai :)
(vem/yel)

sumber www.kapanlagi.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Starlight Tears



The bright white star light shield my tears
in the warm wind my tears fall
can you feel it?
quietly whispering facing you, this quivering feeling
on a white piece of paper, I draw you
your warm smile embraces me
perhaps this is love?
even thought I try to close my two eyes, I can only see you
I'll be waiting for you I will wait for you
no matter what, I won't show my painful tears
you let me know a lie like love
I won't let go because it's simply you
I'm walking in the memories of being with you
my hearts is brimming with tears
what should I do?
even in my dreams , I miss you
please look at me, like those stars
can't you be in my heart?


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


STARLIGHT TEARS
Saehayan byeolbichi nunmureul gamsaya
(cahaya bintang mengelilingi air mataku)
Ddaddeuthan barame nunmuri naeryeoyo
(air mataku bercucuran melawan hembusan angin)
Geudae neugginayo
(dapatkah kau merasakannya?)
Joyonghi soksakineun geudaereul hyanghan I ddeolrimeul
(kesunyian bergetar untukmu)
Hayan jongiwee geudael geuryeoyo
(aku melukismu di kertas putih)
Ddaddeuthan misoga nal anajoneyo
(kehangatan senyummu membalut hatiku)
Ige sarangingayo
(apakah ini cinta?)
Du nuneul gama bwado geudaeman boineun geolyo
(aku bisa melihatmu sekalipun mataku tertutup)
I’ll be waiting for you geu dael gidarilgeyo
(I’ll be waiting for you, aku akan selalu menunggumu)
Deo isang apeun nunmul boiji aneulraeyo
(aku tak akan memperlihatkan air mataku lagi)
You let me know geojitmal gateun sarang
(You let me know, cinta ini salah)
Nochi aneul guh ehyo balo geudeh ni ggayo
(tapi aku tak akan melepaskannya, karena itu kau)
Geudaewaye gieok sokeul geotgo isseoyo
(aku berjalan dalam kenangan kita)
Gaseumsok gadeukhi nunmuri goyeoyo
(air mata tumpah di hatiku)
Na eoddeotge hajyo
(apa yang harus kulakukan?)
Ggumsokeseodojocha geudaereul geuriweohaeyo
(kau selalu muncul di setiap mimpiku)
I’ll be waiting for you geu dael gidarilgeyo
(I’ll be waiting for you, aku akan selalu menunggumu)
Deo isang apeun nunmul boiji aneulraeyo
(aku tak akan memperlihatkan air mataku lagi)
You let me know geojitmal gateun sarang
(You let me know, cinta ini salah)
Nochi aneul guh ehyo balo geudeh ni ggayo
(tapi aku tak akan melepaskannya, karena itu kau)
Nal barabwa jweoyo jeogi jeo byeoldeulcheoreom
(lihatlah aku seperti bintang di langit)
Naemamui geudaega dweeojul su eobnayo
(tak bisakah kau menjadi satu-satunya cinta di hatiku)
I’ll be waiting for you geu dael gidarilgeyo
(I’ll be waiting for you, aku akan selalu menunggumu)
Deo isang apeun nunmul boiji aneulraeyo
(aku tak akan memperlihatkan air mataku lagi)
You let me know geojitmal gateun sarang
(You let me know, cinta ini salah)
Nochi aneul guh ehyo balo geudeh ni ggayo
(tapi aku tak akan melepaskannya, karena itu kau)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


Vemale.com - Banyak hal di dunia ini yang sebenarnya layak untuk disyukuri. Sayangnya, tak sedikit orang lupa untuk mengucapnya. Padahal, jika Tuhan bisa menuntut, maka hampir semua penduduk bumi akan mendapatkan asupan oksigen yang terbatas. Jika sedikit saja kita melihat sekitar, maka akan ada satu kepuasan dan kalimat syukur terucap dari mulut.
" Terima kasih Tuhan atas segala karunia-Mu. Terima kasih atas segala hal baik yang kau limpahkan pada kami. Begitu juga hal buruk yang Kau limpahkan untuk membuat kami menjadi baik."
Seperti halnya mensyukuri napas yang diberikan Tuhan kepada kita. Ada berapa banyak oksigen yang kita hirup dengan cuma-cuma? Itu adalah tanda bahwa kita masih hidup. Masih bisa bernapas tanpa bayar. Lalu, mengapa ada banyak nyawa yang hilang begitu saja hanya karena frustasi dengan hidup? Tak percayakah dengan janji Tuhan yang menyebutkan bahwa Ia tak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya?
Hal lain yang sering kita lupakan adalah betapa kita sangat sombong dengan keadaan yang sementara. Sering lupa dengan siapa pencipta diri kita. Mendahulukan ego tanpa berpikir bahwa ada Tuhan yang menciptakan dan membuat kita menjadi seperti kini. Lupakah kita dengan Tuhan, sehingga menjadi begitu angkuh dengan segala hal?
Sahabat, Tuhan menciptakan kita bukan tanpa maksud. Satu maksud Tuhan adalah agar hamba-Nya bersyukur dan selalu ingat pada Sang Pencipta. Lalu, mengapa kita sering lalai? Tak bisakah kita mendahulukan Tuhan dibandingkan dengan aktivitas duniawi? Ia penciptamu, mengapa dinomor-duakan? Tak ingatkah dengan siksa-Nya yang pedih?
Aceh. Satu contoh kecil bahwa Tuhan murka. Jika demikian, apa yang kita lakukan? Meminta maaf?
Sahabat, Tuhan sangat mudah memaafkan hamba-Nya yang taat. Ia juga memberikan banyak janji bagi hamba-Nya. Tetapi mengapa kita sering tak mengindahkan janji-Nya? Tak ingatkah bahwa surga adalah tempat yang kekal di akhirat nanti?
Bagi Tuhan, memaafkan adalah satu contoh yang mudah Ia lakukan. Tapi mengapa tidak dengan kita? Dimana sifat pemaaf jika kita adalah makhluk sosial? Sedikit dekat dengan sifat pemaaf, adalah ungkapan terima kasih. Sudahkah kita mengucap terima kasih pada orang-orang terdekat, bahkan keluarga, teman, dan kerabat?
Aku tidak sedang menggurui, karena aku juga tengah berbenah. Aku tahu, menjadi baik itu sulit. Banyak usaha yang harus dilakukan. Ibarat sebuah medali emas, memperolehnya dibutuhkan banyak usaha. Kadang jatuh, terpeleset, bahkan terjerembab. Kadang pula kita lupa dengan tujuan menjadi baik, sehingga dibelokkan pada hal-hal yang membuat silau indra.
Terima kasih Tuhan atas segala karunia-Mu. Terima kasih atas segala hal baik yang kau limpahkan pada kami. Begitu juga hal buruk yang Kau limpahkan untuk membuat kami menjadi baik.

sumber www.kapanlagi.com

selamat malam:)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


Vemale.com - Ternyata, tak semua perkataan yang muncul dari bibir wanita itu sesuai dengan kalimat yang diucapkannya. Seringkali yang ditemui justru saat mengucapkan sebuah kalimat, maksud yang dituju adalah sebaliknya.
Yah... seperti beberapa kalimat di bawah ini contohnya:
Ok, 5 menit lagi yah
Nah, kalau wanita sudah bilang 5 menit lagi artinya ia ingin ditunggu lebih lama. Ada beberapa hal yang ingin ia siapkan dan tidak cukup hanya sebentar.
Nggak apa-apa kok
Di balik 'gpp' atau nggak apa-apa kok, tentunya ada sesuatu yang disembunyikan. Hanya saja, sedang tidak ingin dibicarakan atau malah dia ingin agar terus dicurahi perhatian.
Ya silahkan aja
Jangan diartikan kalimat ini sebagai sebuah persetujuan atau ijin. Karena sebenarnya ini adalah kalimat tantangan yang artinya, jangan lakukan itu.
Ya udah. OK!
Yang satu ini juga tidak bisa dianggap sebagai sebuah persetujuan. Arti sebenarnya lebih merujuk pada ketidaksetujuan, dan lelah beradu pendapat.
Nggak usah khawatir, aku bisa kok
Kalimat ini berarti, aku bisa, tapi aku nggak ingin sendirian.
Di satu sisi, wanita ingin tegar, tetapi di sisi lain juga masih ingin diberi perhatian, didukung, dan dijaga.
Terserah kamu deh
Artinya, kenapa sih nggak mendengarkan perkataanku. Lebih baik ikuti saja saranku dan jangan berdebat lagi.
(vem/bee)

sumber www.kapanlagi.com

selamat malam :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Vemale.com -

Oleh: Agatha Yunita
Pernahkah bertanya pada kekasih atau suami, "kenapa kamu mencintaiku?" Setidaknya 3 dari 5 orang pernah menanyakan hal ini pada kekasih atau suaminya. Dan, jawaban yang diperoleh tak selamanya romantis, kan? Bahkan sebagian besar pria malah meresponnya dengan gemas, "tak cukupkah kehadiranku menjawabnya?"
Berikut adalah sebuah kisah yang dititipkan oleh para pria tentang cinta mereka...
Suatu hari, seorang pasangan kekasih sedang berjalan-jalan di taman. Dipetiknya sebuah bunga yang cantik oleh si pria dan diberikan kepada kekasihnya, "ini untukmu sayang." Di luar dugaan, kekasihnya justru terdiam. Tak berapa lama kemudian ia bertanya pada kekasihnya?
Wanita: Kenapa kau menyukaiku? kenapa kau mencintaiku?
Pria: Aku juga tidak tahu alasannya. Tetapi aku sangat menyukaimu, aku mencintaimu, sayang.
Wanita: Kamu jahat. Kamu bahkan tidak bisa menyebutkan satu alasanpun mengapa kau menyukai aku. Kalau suatu saat nanti ada yang lebih cantik dari aku pasti kau akan meninggalkan aku. Bagaimana bisa kau bilang kau mencintaiku jika kau tak tahu alasannya?
Pria: Aku benar-benar tidak tahu alasannya, sayang. Tetapi, bukankah perhatian, kasih sayang dan kehadiranku di hidupmu sudah menjadi bukti cintaku?
Wanita: Bukti apa? Semua tidak membuktikan apapun. Aku hanya butuh alasan, kenapa kamu bisa menyukaiku? Kenapa kamu mencintaiku?
Pria: Baiklah, akan kucoba cari alasannya. Eum... karena kamu cantik, kamu punya suara yang indah, kulitmu halus, rambutmu lembut... Cukupkah alasan itu?
Kekasihnya kemudian mengangguk, dan menerima bunga itu dengan senang hati.
***
Beberapa hari kemudian, sebuah kecelakaan menimpa wanita tersebut. Ia harus kehilangan rambutnya yang panjang dan lembut karena terjepit dan terpaksa harus dipotong. Ia juga harus kehilangan suara dalam beberapa waktu karena pita suaranya terbentur keras. Kulitnya yang dulu halus mulus kini terpapar beberapa jahitan. Ia terbaring tak berdaya.
Di sampingnya ada secarik surat. Iapun membacanya.
"Kekasihku,
Karena suaramu tak lagi semerdu dulu, bagaimana aku bisa mencintaimu?
Dan karena rambutmu kini sudah tak panjang dan lembut lagi, aku tak bisa membelainya. Aku juga tak bisa mencintaimu.
Apalagi kini banyak jahitan di wajahmu yang dulu mulus.

Jika benar cinta itu butuh alasan, kurasa aku benar-benar tak bisa mencintaimu lagi sekarang.
Tetapi....
Cintaku bukan cinta yang palsu. 
Cintaku kepadamu tulus. Aku menyukai dirimu yang apa adanya. Aku tidak jatuh cinta karena kau punya suara yang merdu, rambut yang indah serta kulit yang mulus. Aku mencintaimu tanpa alasan apapun.
Sampai kapanpun, aku tetap akan mencintaimu. Sekalipun nanti rambut putihmu mulai tumbuh, kulitmu mulai menua dan keriput, aku selalu mencintaimu.
Menikahlah denganku..."
Cinta tak pernah membutuhkan alasan. Ia juga akan tetap hadir secara misterius. Datang tanpa pernah diduga sebelumnya. Percayalah akan kekuatan cinta, karena kau tak pernah tahu seberapa besar ia akan membuat hidupmu bahagia.
(vem/bee)

sumber www.kapanlagi.com

selamat malam :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Vemale.com -

Dendam yang tertumpuk lama dan mengendap akan membuat hati Anda membusuk dan memberatkan hidup Anda. Mari belajar dari anak-anak ini..
***
Di sebuah sekolah dasar, seorang guru akan memberi pelajaran motivasi dengan praktik langsung. Guru tersebut meminta murid-muridnya menuliskan nama orang-orang yang pernah jahat dan menyakiti mereka. Kemudian, sang guru meminta murid-muridnya mencoret nama-nama yang telah mereka maafkan. Sedangkan nama-nama yang belum dimaafkan akan ditulis pada apel hijau yang harus mereka bawa keesokan harinya.
Sang guru meminta murid-murid menuliskan satu nama orang yang belum mereka maafkan pada satu apel. Ternyata ada banyak nama yang mereka tulis. Masing-masing murid harus membawa sendiri sejumlah apel tersebut dalam plastik. Mereka harus membawanya kemanapun mereka pergi selama berhari-hari. Jika mereka kesal dengan seseorang dan belum memaafkan, mereka harus menulis lagi pada apel lain dan membawanya. Begitu terus setiap hari.
Semakin hari, apel terasa semakin berat. Murid-murid mulai merasa capek harus membawa kantong-kantong itu, bahkan saat mereka tidur. Mereka jadi susah bermain, susah mengerjakan PR dan melakukan aktivitas lain. Hingga pada akhirnya, apel-apel mulai busuk dan mengeluarkan bau yang tidak enak. Akhirnya mereka protes kepada sang guru yang memberi tugas aneh tersebut.
Sang guru tersenyum lalu menjelaskan, "Anggaplah apel-apel itu sebagai dendam yang kalian tumpuk karena tidak memaafkan seseorang. Semakin banyak dendam yang kalian tumpuk, semakin berat hati kalian untuk melihat kebaikan orang lain dan menikmati kebahagiaan."
Para murid mendengarkan dengan antusias.
"Yang harus kalian lakukan pada apel-apel itu.. buanglah! Tidak ada gunanya menyimpan dendam. Coba nikmati perasaan setelah kalian membuang apel-apel dendam itu, kalian akan lebih ceria dan bahagia," ujar sang guru.
Akhirnya anak-anak itu mengerti. Mereka pelan-pelan mulai belajar memaafkan orang lain. Memaafkan dengan tulus agar hati mereka tetap terjaga dari prasangka buruk. Satu persatu apel busuk dibuang. Satu persatu murid mulai menikmati kebahagiaan tanpa dendam.
***
Dendam tidak akan memberi manfaat apapun, Anda hanya akan menyakiti diri sendiri. Lepaskan dendam Anda karena hati Anda akan lebih terbuka untuk melihat kebahagiaan yang ada.
(vem/yel)

sumber www.kapanlagi.com

selamat malam :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


Vemale.com - Aku berasal dari keluarga yang lengkap dan tinggal di rumah sederhana tetapi menyenangkan. Tidak ada yang kurang dalam keluargaku, kami saling menyayangi satu sama lain. Hal yang paling menyenangkan adalah memandang foto-foto keluarga yang diambil dalam berbagai moment. Tak terbayangkan, bagaimana jadinya jika aku tidak memiliki keluarga ini, karena merekalah kebahagiaanku.

Aku selalu berpikir bahwa anak yang tidak memiliki keluarga lengkap pasti tidak bahagia. Anak-anak yang ditinggal keluarga pasti tidak mendapatkan kasih sayang sebaik yang aku terima. Bagiku, keluarga lengkap adalah sumber kebahagiaan. Pemikiran itu terus tertancap dalam kepalaku hingga pada suatu hari, aku harus praktik kuliah dan mengajar di sebuah panti asuhan.

Di panti asuhan, aku berkenalan dengan banyak anak. Di sana aku mengajar bahasa Inggris selama tiga bulan. Di luar perkiraanku, anak-anak di panti asuhan tersebut ceria dan tidak menunjukkan tanda bahwa mereka tidak bahagia. Pemilik panti asuhan mengatakan bahwa mayoritas anak-anak itu ditinggal atau dibuang orang tua mereka. Sempat terpikir olehku, mengapa mereka tega meninggalkan anak-anak semanis ini.

Setiap hari aku mengajar mereka, makan, bermain dan saling bercerita. Tak ada bedanya mereka dengan anak-anak dengan orang tua yang lengkap. Hingga tiba waktunya masa praktik mengajarku selesai. Panti asuhan mengadakan acara perpisahan sederhana. Salah satu perwakilan anak diminta untuk memberi salam perpisahan. Salah satu anak perempuan yang dekat denganku maju, namanya Ika. Wajahnya manis, rambutnya hitam sebahu, dan aku mendapati beberapa bekas luka pada tubuhnya.

"Saya mewakili teman-teman berterima pada kak Nia yang sudah mengajar bahasa Inggris," ujar Ika dengan wajah berseri. "Saya senang tinggal di panti asuhan ini,"

Dalam hati aku membatin, aneh sekali, tinggal di panti asuhan adalah hal yang menakutkan bagi sebagian orang.

"Waktu tinggal di rumah, orang tua Ika sering memukul dan membenturkan kepala Ika di dinding," lanjut gadis kecil itu. "Di panti asuhan ini, Ika senang punya sahabat dan keluarga baru, juga kak Nia yang mau mengajar kami. Terima kasih,"

Aku tidak bisa menahan air mata saat memeluk Ika. Dia masih berusia sembilan tahun, tak terbayangkan olehku bahwa ada orang tua yang tega berbuat demikian. Orang tua bisa memberi kebahagiaan, bisa juga memberi duka. Ika adalah bukti nyata bahwa kebahagiaan bisa didapat dari orang lain yang bukan siapa-siapa, bahkan aku yang baru kenal dengannya selama tiga bulan.

Sejak saat itu aku semakin menyayangi keluargaku yang begitu baik telah merawatku. Aku menyalurkan rasa syukur itu dengan tidak akan pelit berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Masih banyak Ika Ika lain di luar sana, dan tugas kita untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka.
(vem/yel)


sumber www.kapanlagi.com


selamat mala :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


Vemale.com - Siang itu cukup terik. Aku dan beberapa teman kantor tengah makan siang di salah satu resto yang cukup terkenal di bilangan Jakarta Selatan. Hal yang biasa kami lakukan ketika jenuh dengan pekerjaan adalah mencari tempat istirahat makan siang yang jauh dari kantor. Alasannya, jika terkena macet, kemungkinan lebih lama di jalanan pun pasti didapat. Jadi, waktu untuk kembali bekerja pun otomatis berkurang.
" Bagaimanapun, jujur adalah kunci hidup. Dengan hidup jujur, maka Tuhan akan mengantarkanmu pada segala kebaikan."
Seperti biasa, saat makan siang pun berjalan lancar. Artinya, kami benar-benar refreshing dengan aneka guyonan yang terlontar. Benar-benar lupa dengan kerjaan di kantor. Singkat cerita, selepas makan siang, kami langsung beranjak dan berencana balik ke kantor. Namun, saat hendak membayar parkir mobil, aku dikejutkan dengan teguran dari tukang parkir.
Saat itu, tukang parkir menyerahkan uang lima puluh ribuan padaku seraya berujar,
"Mbak, tadi uangnya jatuh pas mbaknya turun dari mobil. Tadi mau dipanggil, mbak udah keburu masuk."
Ini Jakarta dan masih ada orang jujur seperti tukang parkir tersebut? Masyallah. Seketika aku ingat dengan sejumlah gaji yang kuterima setiap bulannya. Kemana perginya uang-uang itu? Bagaimana dengan gaji tukang parkir yang tidak seberapa? Mengapa ia masih jujur? Sedangkan aku, korupsi waktu hanya karena bosan dengan rutinitas kantor.
Saat itu, aku hanya bisa melongo mendapati tukang parkir yang tersenyum seraya menyerahkan uang padaku. Dengan gelengan pelan seraya tersenyum, aku menjawab bahwa uang itu adalah haknya, untuknya. Dan, tak lupa, aku mengucapkan terima kasih atas pelajaran yang diberikan.
---
Bagaimanapun, jujur adalah kunci hidup. Dengan hidup jujur, maka Tuhan akan mengantarkanmu pada segala kebaikan.
(vem/tik)

sumber www.kapanlagi.com

selamat malam :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS